Unknown



            Malam ini di SMA NEGERI CITRA BANGSA, Jakarta mengadakan acara penutupan MOS  . Ya… atau sering disebut masa-masanya penyiksaan buat siswa-siswi baru. Tapi hari gini…, MOS masih disebut hari penyikssan…??? Enggak lah, guys… Tapi, namanya kakak OSIS, biasalah, masih kasih hukuman dikit-dikit buat balas dendam ke adik barunya gitu…
*****
            Seperti biasa “The Aviusand” (nama gank yang udah cukup terkenal sewaktu para anggotanya masih duduk dibangku SMP dulu) atau yang beranggotakan tiga cewek-cewek cantik yaitu, Vanesya, Renata dan Kharisha. Mereka selalu bersama. Ke-3 cewek ini emang dari kecil udah sahabatan dan akhirnya mereka juga yang mengidekan nama gank mereka, “Aviusand”. Tak disangka juga mereka masuk di sekolah yang sama lagi.
            Setelah semua siswa-siawi baru telah berkumpul, secepatnya ketua OSIS memberikan sebuah tantangan terakhir pada adik-adik barunya itu. Walaupun tantangan ini memang sedikit menantang, tapi anehnya, siswa-siswi ini malah bersorak senang, tak ada satupun siswa yang terlihat takut mendengar tantangan itu. Kak Virgo, ketua OSIS mereka, menyuruh adik-adiknya untuk memcari sebuah logam kuning dibelakang sekolah. Padahal nih… dibelakang sekolah itu kan… denger-denger banyak hantunya gitu deh… Namun anehnya, itu yang tambah membuat tantangan makin seru dan lebih mengasyikkan, kata siswa-siswi MOS itu. Lo… kok aneh ya…?? Dan Kak Virgo juga berpesan agar adik-adiknya tidak sembrono dan harus disiplin agar selamat.
            Siswa-siswi MOS itupun langsung melaksanakan perintah kakak-kakak OSIS-nya itu. Setelah itu Virgo menemui kekasihnya yang juga tergolong sebagai adik MOS-nya.
            “Gimana say, lo berani nggak nyelesaiin semua tantangan dari gue?”tanya Virgo agak menyindir.
            “Apa’an sih… Orang tantangannya gampang banget kok,”sahut Vanesya tak kalah, sambil menjulurkan lidahnya.
            “Masa…??”goda Virgo sambil membuat mukanya terlihat seperti monyet.
            “Ih… Huh…”gerutu Vanesya sambil cemberut.
            “Aduh, say… Jangan gitu donk, muka kamu jadi tambah jelek tau,”goda Virgo.  Membuat Vanesya tambah kesal. Vanesya pun hanya cemberut dan menatap Virgo kejam.
            Melihat sobatnya terus bertengkar. Renata pun mulai emosi. “Udah donk… Nggak usah pake ejek-ejekan gitu… Kayak anak kecil tau”,bentak Renata.
            “Kakak , juga. Udah tau Vanesya kayak gitu, tetep aja… ganggu dia, marahkan jadinya, tu anak,”bela Kharisha ikut marah.
            “Okey, deh… Gue yang salah. Sorry ya, Say. Gue terlalu ngisengin lo. Jadi, sorry banget ya… Gue nggak bakal gitu lagi deh…,”ujara Virgo memanis. Sambil membelai rambt Vanesya lembut.
            “Gitu, donk… Nggak ejek-ejekan kayak anak kecil,”seru Kharisha.
            “Eh, lo tuh yang kayak anak kecil. Bukan gue… Ya,udah Good Luck aja ya, buat kalian. Udah sana cepet baris, yang laen udah pada baris tuh…,”jawab Virgo bijaksana. Venasya pun akhirnya tak marah lagi, ia tersenyum tulus pada kekasihnya. Dan melambaikan tangan pada Virgo. Untuk segera pergi bersama sobat-sobatnya, membentuk barisan.
*****
            Ketika ke-3 cewek bersahabat itu mulai melewati tantangan demi tantangan, merekapun akhirnya sedikit takut, tubuh mereka mulai gemetar dan bulu kuduk mereka juga mulai berdiri semua. Saat itu suasana memang sangat menegangkan. Sering kali terdengar lolongan serigala dan terkadang hembusan angin kencang juga ikut-ikutan datang meramaikan. Merekapun makin takut dan sedikit mulai tidak percaya apakah nantinya mereka akan berhasil menyelesaikan semua tantangan itu.
            Akhirnya merekapun sekuat tenaga mulai memberanikan diri masing-masing. Tiba-tiba saat itu, mereka dikejutkan dengan penampakan hantu yang aneh-aneh serta sangat menyeramkan. Vanesya dikejutkan oleh kepala pocong yang terbang-terbang sendiri. Dan Renata dikejutkan dengan hadirnya kuntilanak yang juga menabrak tubuhnya. Sedangkan Kharisha dikejutkan dengan jatuhnya tangan genderuo tepat diatas kepalanya. Sontak ke-3 cewek itu berteriak ketakutan bersama dan dengan cepat mereka langung berlari menjauhi tempat itu.
            Tak disangka merekapun akhirnya sampai ditempat yang berhantu dan sangat mistik itu. Ke-3 cewek itu pun langsung mencari logam kuning. Tiba-tiba Vanesya mendengar namanya dipanggal-panggil, ia pun mencari asal suara itu. Setelah menemukan asal suara itu, Vanesya hanya mematung dan terus mendengarkan suara aneh itu. ‘Van… aku mohon tolangin aku… kamu harus gantiin aku… aku udah lama jadi gini, ini juga gara-gara kamu, Van… Tolong, Van… Tolongin aku… Tolong… Cuma kamu yang bisa bantuin aku… Tolong…’desis suara wanita aneh itu.
            Di sisi lain, Renata dan Kharisha sudah menemukan logam kuning yang dicari-cari. Mereka baru menyadari kalau Vanesya tidak bersama mereka.
            “Va…Van…Vanes…,”mereka berteriak bersamaan. Mereka pun segera mencari Vanesya. Tak lama kemudian, mereka akhirnya menemukan Vanesya. Dan segera menariknya pergi dari tempat itu untuk kembali ke sekolah.
*****
            “Van, gue nggak nyangka ternyata yayang gue bisa nyelesain semua tantangan dari gue dan berhasil nemuin logam kuning ditempat yang banyak hantunya,” salut Virgo sambil membelai-belai rambut kekasihnya.
            “Emang sih…, kak. Gue bisa berhasil, tapi yang nemuin logam itu bukan gue melainkan sobat-sobat gue itu,” jawab Vanesya dengan wajah murung. Ia memang mulai memikirkan apa maksud suara aneh kemarin itu.
            “Lo kenapa, Van? Mikirin apa sech? Ceritain aja ke gue , mungkin gue bisa bantu…??” ujar Virgo makin heran dan khawatir pada Vanesya.
            Akhirnya Vanesya menceritakan semua kejadiannya pada virgo. Ia juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini kekasihnya itu mengalami sesuatu yang aneh. Mimpinya juga selalu itu-itu saja. Vanesya juga menceritakan, ia sering mendengar namanya dipanggil oleh seorang wanita untuk meminta tolang agar Vanesya mau menggantikannya.
            “Ntar deh, Van. Apa sebelumnya lo pernah denger suara wanita aneh itu.”
            “Gue malah kenal banget, Kak. Tu suara mirip banget kayak suara gue, cuma nada suaranya mistik banget. Itu yang buat gue makin takut,”ujar vanesya panik
            “Ya udahlah, say… Mungkin lo Cuma kurang ningkatin keimanan,”Virgo mulai menenangkan perasaan Vanesya.
            “Enak aja. Emang kakak kira gue ni cewek apa’an? Cewek yang nggak ngerti iman gitu? Hu… Kakak tau nggak, semenjak gue ditemuin cewek aneh itu, gue tu kalo malem selalu bangun dan langsung cepet-cepet sholat malem gitu…,”sahut Vanesya tak kalah.
            “Iya-iya… Sorry ya, say… Udah deh mulai sekarang lo coba lupain itu semua dan anggap aja semua itu cuma angin,”ujar Virgo. Vanesya pun akhirnya mulai tenang dan menganggukkan kepalanya pelan-pelan.
            Oh iya, Van. Gue baru inget kalo anak MOS sama pengurus OSIS disuruh ngumpul ke lapangan. Ya udah, yuks…,”ajak Virgo dan langsung menggandeng tangan kekasihnya itu.
            Di lapangan siswa-siswi sudah berkumpul. Bu Nensi dan Pak Andi juga sudah siap akan memberikan pengumuman. Pak Andi pun langsung mengumumkannya. Tak disangka Pak Andi mengadakan acara jerit malam di puncak. Namun sayang, mereka bukannya menginap di villa melainkan hanya berkemah bersama. Sontak semua siswa bersorak-sorai mendengar pengumuman itu. Aneh deh? Padahal ni, merekakan mau kemah didekat kuburan tua, banyak hantunya lagi... Kok malah seneng sech?? Tapi itu kali ya, yang bikin tambah seru.
            Selesai pengumuman itu, beberapa dari mereka langsung membubarkan diri. Ada yang pergi ke perpustakaan, ke kantin, dan ada juga yang milih balik ke kelas untuk bersemedi, he…he...he… Sedangkan “The Aviusand” memilih untuk ke kantin. Biasalah, untuk mengisi perut yang keroncongan. Dan sekalian untuk talk-ing-talk-ing gitu.
            “Duh… Pingin cepet-cepet besok ni,”ujar Renata.
“Iya nih. Lagian kitakan udah lama nggak kemah bereng-bareng,”tambah Kharisha.
Melihat Vanesya, sobatnya hanya diam melamun. Renata pun akhirnya mengaggetkannya. “Oi… Napa sech lo? Kok bengong aja? Kasih koment donk…,”sambil mendorong Vanesya pelan.
“En…ng…nggak… kok. Gue nggak kenapa-napa,”jawab Vanesya kebingungan
“Aneh deh lo, Van. Biasanyakan lo yang paling semangat masalah kayak ginian?”tanya Kharisha.
“He..em.. Sih…,”Vanesya makin panik sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Napa lo, ada masalah? Cerita aja, Van,”tanya Renata.
“Enggak kok. Mungkin gue cuma kecapean. Oh iya, kemarin sorry banget ya… Gue malah ninggalin kalian, nggak ikutan bantu nyari logam kuning lagi. Sorry ya…,”ujar Vanesya mengalihkan mukanya agak sedikit bersalah.
“Tenang aja kali, Van. Masa gitu aja lo jadi kayak udah ngelakuin dosa besar gitu…,”jawab Kharisha.
“Tapi inget lo, Van. Jangan sekali-sekali lo ninggalin kita gitu aja, bisa bahaya tau,”tambah Renata. Vanesya hanya mengangguk pelan
*****
Tak terasa bell sekolahpun berbunyi. Siswa-siswi pun segera membubarkan diri keluar kelas. Penghuni sekolahpun sedikit demi sedikit menghilang, membuat sekolah tak lagi ramai. Namun, “Tha Aviusand” Tak segera meninggalkan sekolah melainkan berbincang-bincang dulu didepan pagar sekolah.
“Hay, Van…,”ujar Virgo.
“Hay…,”jawab Vanesya singkat.
“Yah… Pasangan kekasih ini mulai ngelupain orang-orang yang ada disampingnya lagi, deh…,”sindir Renata.
“Nat, jangan-jangan kita emang ditakdirin buat ngeliatin mereka pacaran lagi…?”tambah Kharisha.
“Eh, sorry-sorry. Gue nggak liat,”jawab Virgo santai.
“What...?? Nggak liat?? Gimana tu, Sha. Kita dari tadi dienggep apa…, kali, ya,”ujar Renata.
“Nggak papa dech, Nat. Kita diciptakan emang disuruh gantiin patung Liberty untuk megang obornya, kali… Mungkin patung Liberty kecapean berdiri terus, jadi kita yang harus gantiin selama patung Liberty makan plus istirahat, gitu…,”tambah Kharisha kesal.
“Sorry Sha, Nat. Gue bener-bener minta maap sebesar-besarnya, ya… Gue udah ngediamin kalian terus, sorry banget…,”ujar Virgo memohon.
“Iya-iya…,”jawab Kharisha dan Renata sedikit terpaksa.
“Eh iya, Van. Pulang bareng yuks?”ajak Virgo
“Loh… kok Cuma Vanesya. Kita dikemanain lagi ni?”goda Kharisha
“I-…iya…iya… Kalian boleh ikut deh. Nanti Kakak anter sampe depan rumah kalian semua,”jawab Virgo terpaksa.
Akhirnya ke-3 cewek itupun ikut bersama Virgo dan segera masuk ke mobil milik Virgo. Lelaki itupun juga terpaksa harus mangantar ke-3 cewek itu sampai didepan rumah mereka, tepat. Yang paling disesali lelaki itu tak jadi mengajak vanesha makan siang, mungkin takut dompetnya terkuras habis.
*****
Malamnya ke-3 cewek bersahabat itu segera mempersiapkan semua alat-alat untuk berkemah besok pagi. Tak kalah pentingnya mereka juga membawa makanan ringan yang banyak sekali.
*****
Kuku ruyuk…
Ayampun berkokok. Sang fajarpun telah datang. Kicauan burungpun mulai berbunyi. Dan tak kalah juga, jam beker milik Vanesya ikut-ikutan berteriak. Itu membuat suasana pagi makin menjadi lengkap dan ramai. Dengan malas Vanesya pun mulai bergerak sambil meraba-raba mencari jam bekarnya yang tak mau diam. Setelah mematikan jam bekernya, ia langsung segera bangun untuk merapikan Tuan. Bead-nya, Si Lembut kasur kesayanganya. Selesai itu, Vanesya segera mengambil handuk Micky Mouse-nya dan langsung segera masuk kamar mandi pribadinya. Padahal saat itu, ia masih sangat mengantuk. Matanyapun masih kedap-kedip tak tentu.
Keluar dari kamar mandi, Vanesya segera marapikan dirinya dan tak lama itu ia telah menjadi putri yang cantik jelita, beda saat ia baru bangun tidur. Pantas Virgo bisa jatuh hati padanya. Setelah itu, ia segera turun ke bawah untuk sarapan. Selesai sarapan Vanesya segera berangkat ke sekolah bersama supirnya.
Di sekolah suasana sudah ramai. Di sana juga terlihat sosok Renata dan Kharisha yang sedang menunggunya. Melihat keberadaan Vanesya, ke-2 cewek cantik itu langsung menghampirinya.
Sebelum berangkat Bu Nensi mengapsen siswa-siswinya dulu untuk memastikan semuanya sudah datang. Selesai itu dengan cepat Pak Andi segera memberangkatkan rombongannya. Di dalam Bus, anggota “The Aviusand” tak terlihat bersama lagi. Cz…, mereka duduk bersama doi-doinya sendiri. Vanesya dengan Virgo. Kharisha dengan Reza. Sedangkan Renata duduk bersama sahabat kecilnya, Alan.
“Kenapa, Van? Kok nggak semangat kayak biasanya. Lo kan cewek yang ceria, ini kenapa jadi murung gini? Ada masalah? Cerita donk…,”tanya Virgo penasaran
“Enggak kok, kak. Gue sebenarnya ngerasa takut aja ama suara cewek misterius itu,”jawab Vanesya murung.
“Udah lah… Tenang aja. Gue bakal jagain lo. Tenang ya, say…,”ujar Virgo lembut, menenangkan kekasihnya itu. Vanesya hanya mengangguk lesu.
*****
Tak disangka sampailah ditujuan. Mereka semua segera turun dan langsung menegakkan tendanya sendiri. Setelah itu, mereka berkumpul dan mendengarkan nasehat Pak Andi serta Bu Nensi. Lagi-lagi Bu Nensi mengabsen siswanya, maklum ajalah guru perempuan. Pak Andi pun segera memberikan nasehat-nasehat. Memberitahukan utuk menjauhi tempat-tempat terlarang. Beliau juga menyuruh siswanya untuk medeteksi tanaman yang ada disana. Dan yang terpenting meraka semua harus berhati-hati ditempat itu. Selesai itu, mereka segera melaksanakan perintah Pak Andi.
“Eh, kita cari disana aja ya?”ajak Renata. Ke-2 sobatnya itu langsung mengikuti Renata pergi.
Ketika mereka mencari tumbuhan yang mereka suka. Vanesya mendengar namanya dipanggil-panggil. Refleks, Vanesya langsung mengikuti asal suara itu dan meninggalkan ke-2 sobatnya sendiri. Suara wanita itu semakin lama semakin keras. ‘Vanesya… Tolangin aku… Van… Kamu harus gantiin aku disisi… Waktu hidupmu telah habis… Van… Vanesya…’
“Van, lo mau kemana?”tanya Virgo melihat kekasihnya mau pergi ke tempat terlarang.
“Van, lo nggak boleh ke situ Pak Andi ngelarang kita ke situ. Itu bekas kuburan tua, Van,”lanjut Virgo sedikit membentak. Melihat kekasihnya ia segera menarik tangan Vanesya. Akhirnya Vanesya sadar juga dan tak lagi berniat untuk mencari asal suara itu.
“Lo mau ngapain ke sana?”
“Te…te…ta…tadi… gue dengar suara cewek itu lagi,”jawab Vanesya terbata dan merasa takut.
“Gue kan udah bilang, lo anggap aja itu Cuma angin. Hirauin aja, Van.”
“Gue udah coba, tapi tetep aja suara aneh itu narik gue. Gue takut. Kak…”rengek Vanesya takut.
“Ya udah… Lo nggak usah takut ya. Gue selalu ada disamping lo. Tenang ya…,”ujar Virgo lembut mencoba menenangkan kekasihnya itu. Ia juga memeluk Vanesya erat sambil menghelus rambut Vanesya.
Tiba-tiba Renata dan Kharisha hadir diantara Vanesya dan Virgo. Mereka ber-2 menyaksikan keromantisan Vanesya dan Virgo yang saat itu mereka masih berpelukan. Sebelum pasangan insan itu melihat kehadiran mereka. Sontak, Renata berlari meninggalkan keromantisan itu. Mukanya terlihat sangat sedih dan penuh amarah saat itu. Kharisha hanya melihat kebepergian Renata. Ia memang sengaja tidak menghampirinya, ia tau Renata ingin sendiri. Kharisha memang telah menyangka suatu saat kejadian ini akan terjadi.
“Vanesya… lo kok disini sech? Gue ma Renata dari tadi nyariin lo. Eh, lo-nya malah disini. Gue bingung tau,”ujar Kharisha kecewa dan membuat ke-2 insan itu segera melepaskan rangkulan mereka yang erat itu.
“Sorry ya… Sebenernya… gue juga mau cerita sesuatu ke lo ma Renat…,”jawab Vanesya menyesal. Dan memberhentikan perkataannya.
“Ya udalah, Van. Lo ceritain aja semuanya ke Risha. Gue takut nantinya lo kenapa-napa lagi. Dan gue ingin lo bisa dijagain ma sobat-sobat lo. Udah ceritain aja,”ujar Virgo
“Kalian ngomong apa sech? Gue nggak ngerti de,”jawab Kharisha heran.
“Sebenernya gue nggak ingin lo juga tau masalah ini, tapi ya udahlah gak papa… Lo inget nggak waktu kita disuruh nyarii… logam kuning ma Kakak OSIS? Gue tau-tau ngilang gitu ajakan? Waktu itu nama gue dipanggil-panggil terus ma suara cewek gitu… Dia juga bilang kalo gue harus nggantiin dia. Selain tu, cewek aneh itu juga bilang kalo waktu hidup gue udah abis. Selama itu gue terus-terusan nggak nyaman, gue takut. Semua mimpi gue selalu dihadirin ama cewek aneh itu dan anehnya muka ma suaranya mirip banget ama gue. Trus ni tadi gue ninggalin lo ma Renat,  bukan karena gue pingin dua-duaan ma Virgo… Tapi karena suara aneh itu mbawa dan narik gue sampe sini. Untung aja tadi Virgo dateng, kalo nggak…, mungkin gue udah masuk ke kuburan tua itu,”ujar Vanesya memjelaskan.
“Je…je…jad…jadi… sebenernya gitu. Sorry banget ya, Van. Gue udah marah ma lo,”jawab Kharisha bersalah.
“Iya nggak papa kok,”jawab Vanesya singkat.
“Eh, Sha. Tapi sebenernya gue seneng banget bisa pelukan ma Vanes lagi. He..He..He..,”jawab Virgo.
“Ah… lo tu emang gitu, ngambil kesempatan dalam kesempitan,”sindir Kharisha.
“Tapi lo tenang aja, Van. Gue juga bakal njagain lo. Gue nggak mau lo kenapa-napa,”tambah Kharisha.
“Gue seneng banget lo bisa ngomong kayak gitu. Geu juga agak tenang ni. Makasih ya, Sha,”jawab Vanesya.
“Eh, ya udah deh klo gitu. Gue tinggal dulu ya. Gue duluan ke perkemahan ya,”ujar Kharisah meninggalkan pasangan kekasih itu.
*****
“Renat…,”ujar Kharisha saat masuk ke tenda. “Renat, lo nggak papakan?”
Renata tetap menangis dan akhirnya menjawab pertanyaan Kharisha. “Gue nggak papa kok.”
“Gue nanyak ya… Sebenernya lo masih ada perasaan kan ke Kak Virgo?”
Renata menghapus air matanya. “Sebenernya seh iya. Tapi udah nggak terlalu kayak dulu. Gue udah coba ngilangin perasaan ini tapi… tetep aja nggak bisa. Terus gue harus gimana, Sha?”Vanesya mulai menangis lagi.
“Gue kira lo udah nggak suka ma Kak Virgo. So’alnya gue liat lo ma Alan cocok banget. Gue juga liat Alan seneng merhatiin lo, dia juga sayangkan ma lo?”
“Dia emang sayang dan perhatian ama gue tapi dia nggak sedikitpun cinta ma gue. Dia nggak pernah naruh gue ke hatinya. Dia kayak gitu ma gue karena muka gue nggak ada bedanya ma adiknya. Dan gue ini cuma dijadiin adik ma dia, nggak lebih,”terang Renata. Air mata Renata makin lama makin deras. Hatinya sangat hancur melihat kejadian itu semua. Melihat itu Kharisha hanya memeluknya dan membelai rambut Renata lembut.
“Gue nggak tahan, Sha. Hati gue hancur rasanya sakit banget,”lanjut Renata membuat air matanya jatuh berkali-kali.
“Lo sabar aja ya. Gue yakin lo bisa. Lo cewek yang kuat. Lo pasti bisa.”
*****
Malamnya mereka semua berkumpul dan mengelilingi api ungun, Disana mereka terlihat sangat ketakutan mendengarkan cerita dari Kakak OSIS. Sesekali mereka berteriak mendengarnya. Apalagi saat itu Suasana memang sangat menyeramkan. Burung hantu mulai bernyanyi, lolongan serigala mulai terdengar dan hembusan angin kencang sangat menusuk hati. Membuat mereka semua semakin masuk dalam cerita itu. Bulu kuduk mereka berdiri seketika.
Akhirnya selesailah cerita dari Kakak OSIS itu. Mereka langsung menyuruh adik-adiknya untuk segera tidur. Karena sudah sangat malam mereka semuapun langsung tidur.
“Hay, Van. Gimana ceritanya serem nggak.”
“Lumayan sech. Bulu kuduk gue aja sampe berdiri, kak.”
“Eh, udah malem tidur gih.”
“Ni gue juga mau tidur.”
“Ya udah sana cepet. Nanti lo sakit lagi. Nice dream ya, say. Mimpiin gue ya, jangan lupa.”
“He..em..”jawab Vanesya singkat. Vanesya pun segera meninggalkan kekasihnya sendirian dan segera tidur.
*****
Tiba-tiba malamnya suara wanita itu datang lagi.’Vanesya… Bangun, Van… Lo harus nggantiin gue sekarang… Bungun… Bangun, Van…’. Sontak Vanesya terbangun dan segera mengikuti asal suara itu, ia juga keluar tenda dan pergi ke kuburan tua itu.
*****
“Pak… Pak… Pak Andi…,”teriak Renata dan Kharisha bersamaan.
“Ada apa kalian teriak-teriak seperti itu?”
“A…a…an…anu… Pak, Vanesya hilang. Waktu kita bangun Vanes udah nggak ada,’ujar Kharisa.
“Eh, kalian jangan becanda ya…”jawab Pak Andi gelisah.
“Enggak, Pak. Buat apa kita becanda.”
“Emang kalian nggak liat waktu Vanesya pergi?”tanya Virgo khawatir
“Enggak, kak. Vanes tau-tau nggak ada, kita juga nggak liat Vanes keluar,”jawab Renata.
“Kok bisa she? Kan lo tidur ma Vanes, masa nggak tau Vanes keluar,”Virgo marah dan mulai membentak.
“Ya udah kalo gitu kita cari Vanesya secepatnya,”ujar Bu Nensi.
Merekapun akhirnya mencari Vanesya. Ketika diperjalanan, Virgo mendekati Renata. Virgo mengatakan maaf padanya karena telah membentak Renata. Mendengar ucapan Virgo, hati Renata seakan melayang. Renata pun memaafkanya. Virgo juga sangat berterimakasih padanya, ia juga memeluk Renata sebentar, karena senang kesalahannya telah dihapuskan. Pelukan Virgo, membuat Renata sedikit bergetar. Tubuhnya mulai mengeluarkan cucuran keringat dingin. Jantungnya seakan mau copot.
Pencarian itu sia-sia saja mereka tidak bisa menemuka Vanesya. Akhirnya Pak Andi dan Bu Nensi berniat agar pencarian ini dihentikan karena sudah mulai petang. Dan besok pencarian ini akan dilanjutkan sebelum mereka pulang. Bila ternyata besok Vanesya tidak ditemukan juga terpaksa mereka meninggalkannya dan menangankan kepolisian untuk mengusutnya.
*****
Ketika Virgo, Renata, dan Kharisha hendak mengambil air minum. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan hadirnya sosok Vanesya. Vanesya sangat berbeda, mukanya pucat, tatapanya kosong dan penuh kebencian.’Kenapa… Kenapa kalian tidak mencariku… Mana bukti dari perkataan kalian… Aku sangat benci pada kalian… Virgo, mana  janjimu akan menjagaku… Mana… Kalian semua jahat… Kalian licik…’teriak Vanesya. Dia terlihat sangat penuh dendam. Mereka ber-3 hanya bisa diam dan melihan keanehan dari sosok Vanesya.
“Van, lo tenang dulu. Kita semua ingin lo kayak dulu lagi. Van, balik. Gue sayang sama lo,”ujar Virgo.
‘Eh… Kamu bohong… Kamu sudah terlambat… Kalian semua tega…’. Hembusan angin kencang membuat mereka ber-3 tak bisa melihat Vanesya. Ketika hembusan itu berhenti, mereka tak melihat lagi sosok Vanesya. Vanesya seakan hilang ditelan bumi. Setelah kejadian itu mereka berniat mencari Vanesya. Namun tetap saja semua sia-sia saja.
*****
Hari pagipun akhirnya datang juga. Semua siswa segera merapikan semua barang-barangnya untuk segera pulang. Namun sebelumnya mereka mencari Vanesya lagi untuk terakhir kalinya. Ketika mereka semua sampai diperbatasan  kuburan tua, Renata menemukan gelang kesayangan Vanesya. Itu membuat mereka yakin jika Vanesya ada di kuburan tua itu. Ekhirnya merekapun pergi kesana. Sampai didepan pohon tua yang sangat besar mereka menemukan sosok Vanesya yang tergeletak ditanah.
Virgo pun memeriksa kekasihnya itu. Ia memegang pergelangan tangan Vanesya. Namun ternyata tak ada denyut nadi sedikitpun. Virgo pun sangat terpukul mengetahui nasib kekasihnya yang malang itu. Tiba-tiba Kharisha menemukan sepucuk surat dan ternyata itu dari Vanesya, sahabatnya. Kharisha pun langsung mmbacanya didepan semua teman dan gurunya.
Renata dan Kharisha, sobat baikku…
Maafkan aku telah meninggalkan kalian semua. Kalian orang yang sangat sempurna dimataku. Kalian bisa mengertiku walau, aku selalu jahat pada kalian dan tidak bisa mengerti persaan kalian. Dihatiku, hanya kalian yang kusayang. Aku tak akan melupakan kebaikan kalian. Terimakasih telah menemaniku selamaini. Kalian membuat hidupku semakin berwana. Aku minta maaf pada kalian semua. Aku telah membuat kalian gelisah. Aku hadir dihadapan kalian dengan sosok yang aneh. Suara wanita itu sebenarnya adalah adik kembarku. Ia tak bisa terselamatkan dan sekarang aku memang harus menggantikannya. Besok, adik kembarku akan lahir, kalian bisa melihatnya, mukanya memang sangat mirip denganku.
Renat, aku harap kamu bisa menjaga gelangku itu. Aku senang kamu bisa mengalah padaku selama ini. Dan sekarang kamu bisa mendapatkan kebahagianmu. Virgo, aku harap kamu bisa mencintai dan menjaga Renata ya… Hanya itu yang bisa kukatakan pada kalian…
Mendengar itu, keadaan disana menjadi sangat menyedihkan. Semunya terpukul. Apalagi Virgo, orang yang paling mencintainya. Tangis sedihpun ikut mewarnai semuanya. Guru-guru disanapun ikut sedih, mereka mencoba menenangkan hati Virgo yang sangat terpukul. Virgo pun akhirnya berjanji untuk mewujudkan permintaan terahir Vanesya. Walau itu sangat terpaksa.
*****
Akhirnya 7 th telah berlalu, Virgo pun bisa mencintai Renata dengan tulus. Perkataan Vanesya memang benar, mereka menemukan keberadaan adik Vanesya, mereka memang terlihat sangat kembar.

THE END
Label: edit post
0 Responses

Post a Comment