Begitu senang hati ini, bagaikan terbang di
langit ke-7. Kalbu ini seakan menjadi pelangi, berganti warna merah, biru,
kuning, hijau, semuanya bercampuran. Mendengar panitia menyebut namaku dengan
bantuan tepuk tangan yang meriah oleh semua peserta dan semua penonton. Ku
berhasil membawa nama baik keluarga, sekolah, dan terpenting nama ku sendiri.
Tak percuma selama ini aku berjuang dan merelakan semua waktuku. Tanpa lelah
tanpa bosan ku terus berusaha untuk semua ini. Mengejar prestasi yang ku
inginkan sejak dulu.
Hari-hari
yang ku lalui kian berwarna. Semakin berkobarlah api merahku. Semangat ini kian
membara, aku ingin kejadian kemarin terulang kembali. Belajar dan berdoa adalah
langkahku selama ini. Semoga saja aku bisa membahagiakan orang-orang yang ada
di sekelilingku.
Tak
disangka aku bisa mengikutinya lagi dan lebih bahagianya perlombaan kali ini
tingkatannya lebih tinggi. Aku sungguh gembira mengetahuinya. Dengan terus
belajar dan berdoa, aku membulatkan tekatku kalau diri ini mampu. Dan ternyata
semuanya menjadi nyata. Perlombaan yang ku ikuti kali ini semakin tinggi dan
pesertanyapun semakin ketat. Sedikit terlintas di benakku rasa ketakutan itu
muncul. Aku ragu pada diriku. Semangatku kian luntur perlahan-lahan. Aku tak
ingin mengecewakan semuanya.
Detik
demi detik berlalu. Menitpun silih berganti jam, waktu seakan cepat berputar.
Penantian lama itupun kini terjawab, pengumuan pemenangpun dibacakan. Dan
ternyata namaku dipanggil sebagai juara. Sungguh senangnya hati ini. Semua yang
kulakukan selama ini berbuah hasil.
“KRRIIIINNGGG…..!!!”
Alarm
HPku berbunyi, aku terbangun dari tidur lelapku. Aku baru sadar kalau itu hanya
mimpi. Setiap malam diujung hari pengumuman lomba, bunga tidur itu selalu
menemaniku. Ketika aku benar-benar sadar akan mimpi indahku, hanya ada rasa
penyesalan yang menghantuiku, ingin rasanya menangis dan berteriak.
Esoknya
di sekolah mimpi itu tak lagi menjadi air mata untukku. Salah satu guruku
mengatakan kalu aku masuk seleksi, walaupun tak seindah apa yang ku impikan
semalam. Namun, aku tetap bersyukur atas kenikmatan yang telah Tuhan berikan.
Sungguh mulia Engkau, ya Allah. Kan ku ingat selalu bunga tidur terindahku ini.
Karena, banyak pesan didalam semuanya.


Post a Comment