Unknown



Gundah gulana membacanya
Menggores-goreskan hati ini
Aku belum mau itu terjadi
Lebaran kali ini terasa begitu cepat
Seakan petir yang melintas
Begitu datang tak menyapa
Sekedar lewat mengejutkan kalbu
Mungkinkah Ramadhan ini berakhir ???
Ku tak siap ditinggakan oleh nya
Diri ini tak sepantasnya merasakan kemenangan itu
Aku hanyalah manusia yang penuh dosa
Amalan Ramadhan belum cukup menolongku
Tuk mencapai kesempurnaan
Hanya bisa tuk beribadah terus di jalanMu
Mendekan dan mendekatkan diri kepadaMu
Ya Allah . . .
Ku bertanya dalam gelap
Sunyi senyap tak menjawab
Diam membisu dalam kelam
Akankah Aku bisa 
bertemu kembali dengan bulan Nan Suci itu ?
Mungkinkah ku layak tuk bertemu ?
Hanya dentang jam yang menjawab
Perlaman suara itu datang
Takbir Ramadhan yang menggema
Membangkitkan semangat baru
Tuk melangakah menuju kemenangan
Sebulan penuh kita berpuasa
Menahan semua yang membatalkannya
Hati ini masih rapuh
Tuk menjalani Hari Kemenangan
Semakin miris kalbu biruku
Inginku curahkan dengan air mataku
Ku bahagia menyambutnya
Namun, kesedihan itu tetap membelenggu
Mungkinkah ini Hari Kemenangan umat Islam ???
Khalayak begitu semangat menyambutnya
Namun apa yang terjadi . . . ?
Rumah – rumah Allah kian sepi
Terhitung hanya segelintir umat di dalamnya
Kehidupan dunia menjadi pemenang
Mereka buta mempersiapkan segalanya
Melupakan kita tuk sejenak bersilaturahmi
Pergi ke rumah Allah tuk beribadah
Inikah kemenangan yang dinanti ???
Ya Allah . . .
Temukan kami kembali pada Bulan Nan SuciMu
Tuk menyempurnakan dan memperbaiki segalanya
Di hari Nan Suci ini
Mari kita saling bermaafan
Tuk menjadi umat yang kembali bersih
Semoga ibadah kita diterima
Amiiiiin . . .


Label: edit post
0 Responses

Post a Comment